Gudeg, Makanan Legend Dari Yogyakarta Dengan Cita Rasa Manis Dan Gurih Yang Khas

Halo guyss… 😀 Kalian pasti tau kan gudeg? Yups, makanan khas jogja kesukaan acuu yang pasti enakkk bangeettt… Kalian ingin tau tentang gudeg? Yuk cuss kita baca tentang gudeg

gudeg_indonesiatraveldb_com_grande

Sejarah Gudeg

Gudeg adalah masakan tradisional Jawa dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, Indonesia. Dalam perkembangannya, masyarakat mengenal gudeg terkenal berasal dari Yogyakarta sehingga membuat kota ini dikenal dengan nama Kota Gudeg. Sejarah gudeg di Yogyakarta dimulai bersamaan dengan dibangunnya kerajaan Mataram Islam di alas Mentaok yang ada di daerah Kotagede pada sekitar tahun 1500-an. Gudeg sejatinya bukan berasal dari kerajaan tapi berasal dari masyarakat. Dikarenakan proses memasaknya yang lama, pada abad 19 belum banyak yang berjualan gudeg. Gudeg mulai populer dan banyak diperdagangkan pada tahun 1940-an saat Presiden Sukarno membangun Universitas Gajah Mada (UGM) hingga sekarang.

Sumber : https://www.njogja.co.id/wisata-kuliner/gudeg-makanan-tradisional-yang-melegenda/

Cita Rasa Gudeg

Gudeg

Citarasa gudeg yang manis dan gurih memang menjadi ciri khas dari makanan ini. Rasa khas dari makanan ini berasal dari proses memasak yang cukup lama. Proses memasak gudeg berlangsung hingga beberapa jam lamanya agar buah nangka muda tadi bisa benar-benar empuk dan bisa dikonsumsi. Uniknya lagi, gudeg dimasak bersamaan dengan daun jati, dimana daun inilah yang memberikan warna coklat yang khas dari masakan ini.

Gudeg yang dimasak dengan menggunakan santan dan gula biasanya disajikan dengan nasi putih, lengkap dengan berbagai jenis lauk pauk seperti telur rebus, ayam kampung, tahu, tempe dan sambal goreng krecek yang terbuat dari kulit sapi. Jenis gudeg yang paling populer adalah gudeg basah yang memiliki kandungan santan yang cukup banyak. Namun seiring dengan perkembangan jaman dimana banyak orang yang ingin membawa gudeg sebagai oleh-oleh, muncullah varian dari gudeg yaitu gudeg kering dengan sedikit santan yang mampu bertahan lebih lama daripada gudeg basah.

Sumber : https://www.nyonyamelly.com/blogs/news/gudeg-kuliner-dengan-rasa-khas-manis-dan-gurih-dari-yogyakarta

Macam-Macam Gudeg

Gudeg sendiri memiliki beberapa varian, antara lain gudeg kering, basah dan solo. Gudeg kering biasanya disajikan dengan areh kental dan jauh lebih kental apabila dibandingkan dengan santan yang ada di masakan Padang. Apabila pada gudeg kering arehnya sangat kental, maka pada gudeg basah berlaku sebaliknya. Gudeg basah disajikan dengan areh yang encer (cair). Varian yang terakhir adalah gudeg Solo, yaitu gudeg dengan areh yang berwarna putih. Buat anda yang ingin berwisata atau sedang berada di Jogja. Macam-macam gudeg yang lain:

1. Gudeg Bromo

gudeg-bromo

Gudeg Bromo atau yang biasa dikenal dengan nama Gudeg Bu Tekluk (Thekluk), menyajikan gudeg basah dengan areh yang gurih dipadu dengan sambal krecek yang pedas. Gudeg ini berdiri sejak tahun 1984 dan berada di Jalan Gejayan. Gudeg Bromo buka mulai jam 23.00, dan biasanya langsung disambut dengan banyak pengunjung. Ada yang unik pada gudeg ini, sang penjual sering tertidur saat melayani pembeli, baik itu saat memberikan nasi atau memberikan uang kembalian. Hal inilah yang menyebabkan Gudeg Bromo disebut Gudeg Bu Tekluk, Tekluk dalam bahasa Indonesia berarti tertidur sesaat.

2. Gudeg Pawon

20160816090907

Gudeg Pawon dirintis oleh almarhumah Mbah Prapto Widodo sejak tahun 1958. Awal mulanya, gudeg ini dijual oleh belia di Pasar Sentul, namun pembeli justru banyak yang datang sebelum gudeg tersebut dibawa ke pasar. Semakin hari pemebeli semakin datang lebih awal untuk membeli gudeg ini, bahkan jam 12 pun sudah ada yang datang. Baru akhirnya pada tahun 2000 beliau memutuskan untuk menjual gudeg buatannya di rumah dan tidak lagi di pasar. Gudeg yang buka sejak jam 22.30 ini sekarang telah dilanjutkan oleh kedua anak dan menantu beliau.

3. Gudeg Mercon

mercon

Bagi anda penikmat masakan pedas, tidak ada salahnya untuk mencoba Gudeg Mercon. Gudeg yang biasanya identik dengan rasa manis diubah oleh ibu Ngatinah sehingga tercipta sensasi pedas. Gudeg yang berukuran 2×1,5 meter ini berada di tepi Jalan Kranggan dengan atap tenda sederhana. Gudeg yang telah berdiri sejak 20 tahun yang lalu ini selalu dimasak oleh Ibu Nagtinah sendiri. Seperti kebanyakan penjual gudeg lain, tempat ini pun buka pada saat malah hari yaitu pada jam 21.00wib. Pengunjungnya pun tak hanya datang dari masyarakat sekitar, bahkan beberapa artis ibu kota pernah mampir ke tempat ini untuk menyantap hidangan lezat nan pedas ini.

Sumber : http://restu08.blogspot.co.id/2015/02/macam-macam-gudeg-jogja.html

Nah guyss bila kamu pengen liat kelezatan gudeg, yuks cuss liat video ini 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s